Sabtu, 25 Januari 2020

SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini)


Selamat pagi, siang dan malam bagi kalian semua yang membaca artikel ini. Setelah saya menulis artikel tentang “Memiliki Prinsip Untuk Menaati Aturan Lalu Lintas”, kali ini saya akan membahas tentang SALUD.
Pentingnya kesadaran berlalu lintas sejak usia dini. Mengapa hal ini sangat penting? Menurut data kepolisian tentang angka kecelakaan berasarkan usia, bahwa kecelakaan melibatkan 45%  paling banyak usia 10 – 19 tahun. Kecelakaan dimulai dari pelanggaran, pelanggaran terjadi karena tidak tertib, tidak tertib berarti tidak berbudaya. Kalangan remaja lebih beresiko dalam berkendara lebih dari yang mereka pikirkan. Kebanyakan remaja tidak menyadari bahwa mereka lebih mudah untuk terbunuh atau terluka pada kecelakaan lalu lintas daripada kalangan yang lain. Bagaimana menanamkan budaya berlalu lintas yang baik? Dengan memanfaatkan usia periode emas anak, budaya tertib lalu lintas ini akan tertanamkan sejak usia dini.


Pengenalan rambu kepada murid TK Pembina Margadana
Oleh Taruna PKTJ

Maka dari itu, kita perlu menanamkan SALUD, yaitu Sadar Lalu Lintas Usia Dini. Di Indonesia kemajuan transportasi tidak dibarengi dengan Pendidikan yang memadai sebagai pengguna lalu lintas. Oleh karena itu, kita harus memperkenalkan atau mendidik anak usia dini tentang pentingnya mengetahui peraturan dan adab saat berlalu lintas. Di Jepang, pengetahuan tentang tata tertib lalu di Jalan Raya sejak kelas 1 Sekolah Dasar hingga SMP. Mereka juga diajarkan untuk berjalan kaki saat berangkat ke sekolah. Banyak cara untuk mendidik anak usia dini tentang tata tertib berlalu lintas. Kalau disekolah kita bisa memberikan pelajaran khusus yang mempelajari tentang adab dan tata cara saat berlalu lintas, seperti mengajarkan tentang rambu – rambu lalu lintas, marka jalan, dan adab saat berkendara. Untuk diluar lingkungan sekolah, kita bisa mengajak anak – anak usia dini pergi ke Taman Lalu Lintas yang berfungsi untuk menjelaskan tentang keadaan lalu lintas yang sesungguhnya dalam bentuk miniature. Selanjutnya, dengan cara megajarkan anak – anak usia dini untuk berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum saat melakukan aktivitas dengan tujuan mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, menghemat dan tubuh akan menjadi sehat.


Bermain dan belajar bersama Taruna PKTJ

Banyak yang mendapat dampak positif karena diadakannya kegiatan ini. Yang pertama, menanamkan pengetahuan sejak dini tentang taat berlalu lintas, yang kedua yaitu sebagai pengingat bagi orang tua. Contohnya yaitu pada saat orang tua melakukan pelanggaran lalu lintas, anaknya bisa menegur orang tuanya bahwa yang dilakukan itu salah. Yang ketiga, menciptakan generasi SDM yang taat lalin. Seiring dengan kemajuan transportasi seharusnya juga diseimbangi dengan adab berkendara, diharapkan bahwa dimasa depan tercipta generasi yang lebih tertib berlalu lintas. Semoga dengan adanya upaya “Sadar Lalu Lintas Sejak Usia Dini” dapat menekan angka kecelakaan yang melibatkan anak usia dini. Maka dari itu untuk mewujudkan tertib lalu lintas kita harus menanamkan Sadar Lalu Lintas sejak Usia Dini.

2 komentar:

  1. untuk menambahkan, sebaiknya ada juga peran dari orang tua, seperti pengawasan terhadap anak yang akan mengendarai kendaraannya sendiri.
    terimakasih untuk informasinya, sangat membantu dan membangun. sukses terus!

    BalasHapus