Selamat
pagi, siang dan malam bagi kalian semua yang membaca artikel ini. Setelah saya
menulis artikel tentang “Memiliki Prinsip Untuk Menaati Aturan Lalu Lintas”,
kali ini saya akan membahas tentang SALUD.
Pentingnya
kesadaran berlalu lintas sejak usia dini. Mengapa hal ini sangat penting?
Menurut data kepolisian tentang angka kecelakaan berasarkan usia, bahwa
kecelakaan melibatkan 45% paling banyak
usia 10 – 19 tahun. Kecelakaan dimulai dari pelanggaran, pelanggaran terjadi karena
tidak tertib, tidak tertib berarti tidak berbudaya. Kalangan remaja lebih
beresiko dalam berkendara lebih dari yang mereka pikirkan. Kebanyakan remaja
tidak menyadari bahwa mereka lebih mudah untuk terbunuh atau terluka pada
kecelakaan lalu lintas daripada kalangan yang lain. Bagaimana menanamkan budaya
berlalu lintas yang baik? Dengan memanfaatkan usia periode emas anak, budaya
tertib lalu lintas ini akan tertanamkan sejak usia dini.
Pengenalan rambu kepada murid TK Pembina Margadana
Oleh
Taruna PKTJ
Maka
dari itu, kita perlu menanamkan SALUD, yaitu Sadar Lalu Lintas Usia Dini. Di
Indonesia kemajuan transportasi tidak dibarengi dengan Pendidikan yang memadai
sebagai pengguna lalu lintas. Oleh karena itu, kita harus memperkenalkan atau mendidik
anak usia dini tentang pentingnya mengetahui peraturan dan adab saat berlalu
lintas. Di Jepang, pengetahuan tentang tata tertib lalu di Jalan Raya sejak
kelas 1 Sekolah Dasar hingga SMP. Mereka juga diajarkan untuk berjalan kaki
saat berangkat ke sekolah. Banyak cara untuk mendidik anak usia dini tentang
tata tertib berlalu lintas. Kalau disekolah kita bisa memberikan pelajaran
khusus yang mempelajari tentang adab dan tata cara saat berlalu lintas, seperti
mengajarkan tentang rambu – rambu lalu lintas, marka jalan, dan adab saat
berkendara. Untuk diluar lingkungan sekolah, kita bisa mengajak anak – anak
usia dini pergi ke Taman Lalu Lintas yang berfungsi untuk menjelaskan tentang
keadaan lalu lintas yang sesungguhnya dalam bentuk miniature. Selanjutnya,
dengan cara megajarkan anak – anak usia dini untuk berjalan kaki dan
menggunakan angkutan umum saat melakukan aktivitas dengan tujuan mengurangi
kemacetan, mengurangi polusi, menghemat dan tubuh akan menjadi sehat.
Bermain
dan belajar bersama Taruna PKTJ
Banyak
yang mendapat dampak positif karena diadakannya kegiatan ini. Yang pertama,
menanamkan pengetahuan sejak dini tentang taat berlalu lintas, yang kedua yaitu
sebagai pengingat bagi orang tua. Contohnya yaitu pada saat orang tua melakukan
pelanggaran lalu lintas, anaknya bisa menegur orang tuanya bahwa yang dilakukan
itu salah. Yang ketiga, menciptakan generasi SDM yang taat lalin. Seiring
dengan kemajuan transportasi seharusnya juga diseimbangi dengan adab
berkendara, diharapkan bahwa dimasa depan tercipta generasi yang lebih tertib
berlalu lintas. Semoga dengan adanya upaya “Sadar Lalu Lintas Sejak Usia Dini”
dapat menekan angka kecelakaan yang melibatkan anak usia dini. Maka dari itu
untuk mewujudkan tertib lalu lintas kita harus menanamkan Sadar Lalu Lintas sejak
Usia Dini.


untuk menambahkan, sebaiknya ada juga peran dari orang tua, seperti pengawasan terhadap anak yang akan mengendarai kendaraannya sendiri.
BalasHapusterimakasih untuk informasinya, sangat membantu dan membangun. sukses terus!
Terimakasih atas sarannya
Hapus